PENGHARGAAN SAHABAT BINTANG

Tak ada kata lain, selain ini adalah penghargaan yang fenomenal!

Lekuk-lekuk gambarnya tidak menunjukkan apa-apa selain bahwa ia muncul karena wangsit dari langit. Dari sudut pandang apapun, tak akan ada yang menyangkal bahwa ia terwujud atas tuntunan keabadian. Bentuk-bentuk dan simbol-simbolnya memiliki makna tertentu yang hanya bisa dipahami oleh mereka yang hatinya bersih dari segala kotor duniawi.

Mahakarya semacam ini hanya bisa dihasilkan dari proses yang berliku-liku dan tak sederhana. Tahap-tahapnya melelahkan, dan cobaannya juga tidak tanggung-tanggung. Jadi, harus melakukan puasa mutih selama 7 hari, harus tapa kumkum selama 3 hari, lalu diakhiri dengan pembacaan rapal-rapal khusus dan rahasia semalam suntuk. Pada saat melakukan tapa kumkum dan pembacaan inilah, cobaan demi cobaan bermunculan mengerikan. Hingga, ketika saatnya sudah tiba, sebuah gambar akan menerawang di langit, terang memancar seperti sebuah hologram.

Tapi toh karya ini ada di sini, terpampang merona-rona di dinding ini. Tentu sang penghasilnya bukan orang sembarangan, sehingga sanggup melewati proses dan cobaan-cobaan itu sampai selesai.

Untuk itu, sebuah terima kasih tak terkira untuk Ngarso Jhobo Kanjeng Raden Ngabehi Panotogomi Kalifatullah Ing Bhumi Jantan Putra Bangsa, Son of The Nation, Ibn al-Wathan, atas kehormatan yang telah diberikan. Apalagi, penghargaan ini cuma diperuntukkan untuk dua orang saja, yakni saya dan Ahmad Sidqi, tentu semakin membuat penghargaan ini makin bernilai harganya.[]

Catatan:
Puasa mutih: berpuasa atau berpantang makan dan minum apa saja kecuali nasi putih dan air putih.
Tapa kumkum: merendam diri, kecuali kepala, semalam suntuk

KURUSETRA

Entri “kurusetra” dalam halaman pertama google.co.id mencantumkan kata itu dalam tiga pengertian. Pertama, kurusetra dalam pengertian sebenarnya, yakni medan perang antara Pandawa dan Kurawa sebagaimana dikisahkan dalam Mahabharata. Kedua, nama permainan online hasil karya anak negeri yang sempat populer beberapa tahun silam. Dan terakhir, nama sebuah blog yang entah atas alasan apa blog itu dikasih nama begitu.

Para ahli sudah punya perhatian serius pada kata ini. Para pakar linguistik menyebutkan bahwa istilah ini berasal dari bahasa Hindi, Kurukshetra, yang berarti “Tanah Kuru”. Istilah ini juga biasa disebut Dharmakshetra, yang berarti “Tanah Suci”. “Kuru” adalah nama seorang raja yang menjadi cikal-bakal tempat ini sebagai tempat suci.

Para ahli geografi sudah menentukan di mana letak lapangan ini. Di negara bagian Haryana, India Utara, terdapat sebuah kabupaten dengan nama yang sama, diapit oleh dua sungai, yakni Saraswati di utara dan Yamuna di timur. Kabupaten ini seluas 1682.53 kilometer persegi dengan populasi 825.454 penduduk (per sensus 2001).

Para sejarahwan menceritakan legenda tempat ini sebagaimana diceritakan dalam epos Wamana Purana. Raja Kuru memilih lokasi tepian sungai Saraswati ini untuk menanamkan 8 kebajikan spiritual, yakni kesederhanaan (tapa), kesejatian (satya), kemaafan (kshama), kebaikan (daya), kemurnian (sucha), derma (dana), yoga (yagya) dan kendali nafsu (brahmacharya). Dewa Wisnu terkesan dengan sang raja dan memberikannya 2 anugerah: bahwa tempat itu akan menjadi tempat suci dan dikasih nama dengan nama sang raja, dan bahwa siapapun yang meninggal di tempat itu akan jadi penduduk Nirwana.

Para turis akan menoleh ke tempat ini karena beberapa tempat wisata: lokasi perayaan Brahma Sarovar, perayaan Sannihit Sarovar, Jyotisar, Museum Krisna, Panorama Kurusetra, Planetarium Kalpana Chawla, Dharohar, hutan Sharaswati, makam Syeikh Chehli, Badrakali Mandir, dan masih banyak lagi.

Beberapa saat yang lalu, muncul sebuah permainan bernama Kurusetra hasil tangan anak negeri. Hal ini tentu adalah wilayah ketertarikan para pecinta game. Tidak jelas berapa jumlah peminatnya, namun sepertinya game ini sudah cukup terkenal saat itu, terutama di lingkungan ITB, tempat game ini lahir. Pada tahun 2006, game ini resmi offline.

Terakhir, para psikolog hanya akan tertarik pada satu hal: Kurusetra sebagai nama sebuah blog. Cukup melihat selintas saja, mereka sudah bisa menyimpulkan bahwa blog ini adalah bikinan seorang maniak dengan gangguan mental yang sangat akut. Informasi yang diberikan tak ada yang penting, dan semakin dibaca hanya akan membuat semakin tak tahu apa-apa. Para psikolog ini tak mau berpanjang-panjang, langsung tutup buku, dan meneliti hal lain yang lebih menjanjikan.[]

P.S.: di luar perhatian para ahli itu, beberapa penghargaan yang manis dikirim untuk blog Kurusetra. Tulisan ini semacam memenuhi permintaan Nofriani untuk menjelaskan nama blog bersamaan dengan kiriman penghargaannya, dan pada saat yang sama juga merupakan kado balasan atas penghargaan kang ejawantah.

SEKALI ROTASI BUMI, 3 PENGHARGAAN

 Dalam 1 kali putaran Bumi pada porosnya, saya langsung mendapat 3 penghargaan sekaligus. Hati saya langsung meleleh saking senangnya. Bukan apa-apa, pengalaman mendapat penghargaan justru datang pada saat yang sangat tepat: seharian itu saya suntuk bukan main. Jadi klop, situasinya bak seorang maling yang sebulan penuh tidak dapat target operasi, tiba-tiba dikasih berlian mahal.

Tapi otak saya langsung menetralisir hati saya, berusaha menjadikannya normal seperti sedia kala. Tak perlu dilebih-lebihkan, penghargaan blog cuma hadiah persahabatan antar sesama bloger. Jadi, terimalah penghargaan-penghargaan itu dalam porsi tersebut, jangan dipahami seperti penghargaan pada umumnya.

Hati saya langsung menimpali otak saya sekali lagi, berusaha malawan. Hati saya membenarkan bahwa penghargaan-penghargaan memang tak perlu dilebih-lebihkan, tapi sebuah hadiah persahabatan tidak bisa disambut dengan tanggapan senetral itu. Menurut hati saya, tidak ada yang lebih hangat dalam persahabatan selain pemberian-pemberian tulus semacam itu. Otak tidak akan paham hal semacam ini, katanya.

 Tapi bukan otak namanya kalau tidak cerdik. Dia masih bisa berkilah bahwa pemberian semacam itu belum tentu sebuah pemberian tulus. Bisa jadi itu hanya karena iseng, ikut-ikutan, terpaksa, atau lain-lain. Ketulusan tidak bisa diukur, kata otak saya, jangan cepat berkesimpulan baik kepada tindakan orang. Demikianlah, otak terkadang tidak sekedar cerdik, tapi juga berperangai seperti seekor bulus yang licik.

Untung, akhirnya ada yang melerai keduanya. Kalau tidak ada yang menghentikan, keduanya bisa cekcok sehari-semalam. Saya putuskan saat itu juga agar otak saya diam, tak usah bicara apa-apa, sebab diam kadang adalah tindakan yang lebih bijaksana. Dan saya suruh hati saya bicara dengan penghormatan setinggi-tingginya, sebab penghargaan-penghargaan itu ditujukan kepadanya.

Jadi, saya ucapkan terima kasih—dari lubuk hati saya yang paling dalam—untuk Kang Ian (the great visitor & the nice blogger), Pak Dhe Kholik (krida adhi nugraha) dan panggilakudinda (stylish blog award). Khusus untuk nama terakhir, ucapan ini berkaitan dengan PR yang menyertai hadiah penghargaannya (Thank and link to the person who awarded me this award).

 Melanjutkan PR selanjutnya (share 8 things about myself), saya cuma bisa bilang bahwa Introducing KURUSETRA is explaining nothing. Don’t ask me why (lihat di buku tamu KURUSETRA). Jadi, mohon maaf, sepertinya akan percuma melanjutkannya.

PR yang ketiga (pay it forward to 8 bloggers that i have recently discovered) akan saya penuhi. Tapi apa harus saat ini, di postingan ini? Tidak ada persyaratan itu, rupanya. Jadi, untuk sementara, penghargaan itu akan saya simpan. Suatu saat, akan saya sebarkan kepada sahabat-sahabat bloger yang lain, satu-persatu. Dengan demikian, kemungkinan persebarannya tidak terbatas pada hanya 8 orang, bisa jadi akan lebih dari itu.

Salam…[]