1.
Mimpi yang benar adalah satu dari 46 bagian kenabian
~ Nabi Muhammad
Mimpi orang mukmin adalah ucapan Tuhan kepada hambanya di kala ia tidur
~ Ubadah ibn ash-Shâmit
2.
Seorang nelayan dan istrinya akhirnya dianugerahi seorang putra setelah bertahun-tahun pernikahan. Anak itu adalah kebanggaan dan kegembiraan bagi orang tuanya. Hingga, suatu hari, dia sakit parah dan, meskipun berhasil dilarikan ke rumah sakit, dia meninggal.
Ibunya jadi patah hati. Tapi, bapaknya tidak menangis sama sekali atau pun sedih.
Ketika ditegur istrinya, nelayan itu menjawab, “Baiklah, akan kukatakan kenapa aku tidak sedih. Tadi malam, aku bermimpi bahwa aku adalah seorang raja dan ayah dari delapan orang anak. Tiba-tiba aku terbangun. Sekarang aku sangat bingung: apakah aku harus menangis untuk kedelapan anak itu ataukah untuk yang satu ini?”
:: Anthony de Mello S. J.,
The Song of the Bird
3.
Cerita tentang mimpi di atas memang adalah cerita humor. Tapi saya —dan buku yang saya kutip— mencatatnya tidak sekedar untuk sebuah lelucon, melainkan juga sebagai sebuah ajakan agar kita memperhatikan mimpi secara lebih serius, meskipun terkesan melenceng dari kebiasaan normal dan lucu.
Akhir-akhir ini, mimpi menjadi sesuatu yang marjinal dalam kehidupan manusia karena mimpi dianggap sebagai sesuatu yang “tidak serius”. Paradigma sains modern (atau disiplin psikologi modern) mereduksi pengalaman semacam mimpi menjadi tidak lebih dari sekedar bayangan ilusif yang menghiasi tidur manusia, sebagai akibat dari obsesi atau pengalaman masa lalu yang diendapkan dan ditekan ke alam bawah sadar. Sehingga, karena terlalu sering ditekan, hal tersebut terekspresi secara tak sadar dalam tindakan manusia.
Pengertian di atas bukannya tidak benar. Tapi ia hanya mewakili satu aspek saja dari pengertian mimpi. Sabda Nabi SAW.,
“Mimpi itu ada tiga macam: (1) mimpi dari Allah, (2) mimpi dari syetan, (3) mimpi karena sesuatu yang menimpa seseorang di waktu tak tidur.”
Dengan demikian, masih ada dua lagi mimpi yang tidak tertangkap oleh epistimologi sains modern dan, sayangnya, dengan demikian mereduksi kemanusiaan itu sendiri.
Dalam Al-Qur’an juga diceritakan beberapa kisah mengenai mimpi. Untuk menyebut beberapa contoh, mimpi Nabi Ibrahim untuk menyembelih putranya, Ismail; mimpi Nabi Yusuf mengenai matahari, bulan dan sebelas bintang; mimpi ibunda Nabi Musa untuk menghanyutkan putranya ke sungai Nil di atas keranjang; dan lain-lain. Semua itu menunjukkan bahwa mimpi menjadi wahana komunikasi antara Tuhan dan para hamba-Nya.
4.
Dalam epistimologi sufisme, mimpi merupakan wahana yang ampuh untuk melihat aspek spiritualitas manusia dan mengukur pertumbuhan spritualitasnya. Selain itu, mimpi merupakan jendela untuk mengakses dimensi eksistensi transendental (al-gaib). Karena itu, femonema mimpi perlu mendapat perhatian lebih intens ketimbang yang psikologi modern pernah lakukan. Hingga saat ini, Ibn Sirîn masih merupakan teoritikus paling konfrehensif mengenai mimpi dengan tafsîr ahlâm-nya.
Ibn al-Qayyim al-Jauziyah memasukkan mimpi yang benar ke dalam satu dari sepuluh tingkatan hidayah. Dia memperkuat pandangan ini dengan kenyataan bahwa di awal kenabian Muhammad, wahyu selalu turun melalui mimpi yang benar. Dengan demikian, jalan hidayah juga bisa diperoleh melalui mimpi. Dan tidak sedikit, memang, kita mendengar orang yang tiba-tiba meningkat kualitas hidupnya karena mendapat “teguran” melalui mimpi.
Namun, tidak sembarang mimpi akan menjadi jalan hidayah dan media peningkatan spiritual. Dari ketiga macam mimpi itu, hanya mimpi yang benar saja yang akan bisa. Dan bagaimana cara mengidentifikasi sebuah mimpi menjadi mimpi yang benar pun sudah ada tuntunannya dalam Islam, namun tentu saja Islam yang mengakui epistimologi sufistik.
5.
Nabi Bersabda, “Tiada lagi yang tersisa dari kenabian selain al-mubasysyirât.”
Orang-orang disekelilingnya bertanya, “Apa itu, Nabi?”
Nabi Menjawab, “Mimpi yang benar yang dialami oleh orang mukmin atau dialami orang lain untuknya.”
Bagaimana jika kita bermimpi buruk?
Apa yang harus dilakukan?
Baca disini:
http://aslibumiayu.wordpress.com/2010/04/30/tidur-cantik-sesuai-tuntunan-rasulullah/
Good share, mas maulana. trims banyak
apa maksud mimpi jarum?