Perkembangan keilmuan pada zaman Imam Al-Gazâlî ternyata tidak kalah dengan perkembangan terkini. Tokoh ini, yang hidup sekitar 8 abad yang lalu, sudah menyadari bahwa sarang lebah adalah keajaiban jika dilihat dari sudut pandang geometri. Dengan penjelasannya ini, Al-Gazâlî membuktikan pendapatnya dalam salah satu masalah paling pelik dalam teologi: tindakan manusia.

Sarang Lebah
Jadi, pertama-tama, Al-Gazâlî bertanya, kenapa lebah-lebah membuat sarangnya dalam berbentuk segi enam (heksagonal)? Kenapa tidak dalam bentuk lain saja? Ternyata, dalam padangan geometri (handasah), bentuk heksagonal memiliki keistimewaan tersendiri yang tidak dimiliki oleh bentuk lain. Berikut ini pembuktiannya.
1) Bentuk paling luas adalah bentuk lingkaran, bentuk yang tidak memiliki sudut.
2) Beberapa lingkaran, jika disusun bersentuhan, akan menyisakan beberapa ruang.

Ada sisa ruang di antara lingkaran
3) Bentuk yang luasnya paling mendekati lingkaran, tapi tidak menyisakan ruang jika disusun bersentuhan, adalah bentuk segi enam (heksagon).

Heksagon: tanpa sisa ruang
4) Bentuk yang mendekati lingkaran selain segi enam, seperti segi tujuh (heptagon), segi delapan (octagon), segi lima (pentagon), dan lain-lain, jika disusun bersentuhan pasti akan menyisakan ruang.

Heptagon: menyisakan ruang

Oktagon: menyisakan ruang

Pentagon: menyisakan ruang
5) Segi empat, meskipun tidak akan menyisakan ruang jika disusun berjejer, namun bentuknya akan memboroskan banyak tempat. Sangat tidak efisien bagi lebah yang berjumlah banyak. Selain itu kurang pas dengan tubuh lebah.
Nah, coba bayangkan, bagaimana lebah-lebah ini menjadikan prinsip-prinsip bentuk heksagonal di atas sebagai pertimbangan untuk bikin rumah mereka?
Dengan ini, kita bisa tahu bahwa alam semesta ini, jika dilihat dengan kacamata ilmu pengetahuan, akan menampakkan keagungan Tuhan. Problem agama dan ilmu pengetahuan (religion and science), yang hingga kini masih diperdebatkan, mestinya tidak usah dibikin berlarut-larut. Ilmu pengetahuan adalah pasangan mesra keimanan, tak usahlah dibikin bertentangan. Sejak 8 abad yang lalu, kenyataan ini sudah berlangsung.
(Taken from Abu Hamid Al-Gazali, Al-Iqtishad fi al-I’tiqad)


Posted by Kota Bangil on Juli 3, 2009 at 4:01 am
nice share… salam kenal.
Posted by HILAL ALIFI on Juli 3, 2009 at 4:18 am
trims fisha. btw, ada blog untuk aq link?